Rabies di Indonesia

Penyakit anjing gila atau dikenal dengan nama rabies merupakan suatu penyakit infeksi akut (bersifat zoonosis) pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies terutama anjing, kucing dan kera.

Penyakit ini bila sudah menunjukkan gejala klinis pada hewan atau manusia selalu diakhiri dengan kematian, sehingga mengakibatkan timbulnya rasa cemas dan takut bagi orang-orang yang terkena gigitan dankekhawatiran serta keresahan bagi masyarakat pada umumnya.

Kasus rabies di Indonesia pertama kali dilaporkan oleh Esses pada tahun 1984 pada seekor kerbau, kemudian oleh Pening tahun 1989 pada seekor anjing dan oleh Eilerls de Zhaan tahun 1984 pada manusia. Semua kasus ini terjadi di Propinsi Jawa Barat dan setelah itu rabies terus menyebar ke daerah Indonesia lainnya.

Program pembebasan rabies merupakan kesepakatan Nasional dan merupakan kerjasama kegiatan tiga departemen, yaitu Departemen Pertanian (Ditjen Peternakan), Departemen Dalam Negeri (Ditjen PUM) dan Departemen Kesehatan (Ditjen PP&PL) sejak awal Pelita V tahun 1989.

–Petunjuk Perencanaan dan Penatalaksanaan Kasus Gigitan Hewan Tersangka Rabies di Indonesia–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s